Jendela Hati
Ketika mau menjadari dan bersyukur, betapa banyaknya sang kholiq telah mengahadiahkan kenikmatan pada kita
Kamis, 21 Mei 2026
puncak asmara
Puncak Asmara
Lagu Utha Likumahuwa ‧ 1988
Dengan hentakan irama dalam lagu
Ia mengambil selangkah ke arahku
Hampir 'ku tak tertahan
Ruangan pun seakan
Meledak apabila disentuh
Ia mengambil selangkah ke arahku
Hampir 'ku tak tertahan
Ruangan pun seakan
Meledak apabila disentuh
Seakan ombak yang marah goyangannya
Seperti api membara nyala tubuhnya
Oh, apakah dayaku tak lama pun kujatuh
Di dalam keramaian suasana
Seperti api membara nyala tubuhnya
Oh, apakah dayaku tak lama pun kujatuh
Di dalam keramaian suasana
Ke puncak asmara
Seakan diriku terbawa
Setiap langkah semakin mendekati
Puncak asmara
Seakan diriku terbawa
Setiap langkah semakin mendekati
Puncak asmara
Ke puncak asmara
Seakan diriku terbawa
Setiap langkah semakin mendekati
Puncak asmara
Seakan diriku terbawa
Setiap langkah semakin mendekati
Puncak asmara
Seakan ombak yang marah goyangannya
Seperti api membara nyala tubuhnya
Oh, apakah dayaku tak lama pun kujatuh
Di dalam keramaian suasana
Seperti api membara nyala tubuhnya
Oh, apakah dayaku tak lama pun kujatuh
Di dalam keramaian suasana
Ke puncak asmara
Seakan diriku terbawa
Setiap langkah semakin mendekati
Puncak asmara
Seakan diriku terbawa
Setiap langkah semakin mendekati
Puncak asmara
Ke puncak asmara
Seakan diriku terbawa
Setiap langkah semakin mendekati
Puncak asmara
Seakan diriku terbawa
Setiap langkah semakin mendekati
Puncak asmara
Oh, apakah dayaku tak lama pun kujatuh
Di dalam keramaian suasana
Di dalam keramaian suasana
Ke puncak asmara
Seakan diriku terbawa
Setiap langkah semakin mendekati
Puncak asmara
Seakan diriku terbawa
Setiap langkah semakin mendekati
Puncak asmara
Ke puncak asmara
Seakan diriku terbawa
Setiap langkah semakin mendekati
Puncak asmara
Seakan diriku terbawa
Setiap langkah semakin mendekati
Puncak asmara
Ke puncak asmara
Seakan diriku terbawa
Setiap langkah semakin mendekati
Puncak asmara
Seakan diriku terbawa
Setiap langkah semakin mendekati
Puncak asmara
As-ma-ra-ku
Kau membuat diriku dibuai
Setiap langkahku
Kau membuat diriku dibuai
Setiap langkahku
Sumber: Musixmatch
Penulis lagu: Oddie Agam
Kamis, 05 Maret 2026
Selasa, 24 Maret 2015
Go to Zero
Tak ada sesuatu didunia yang tidak bergerak, siklus tetap berjalan selama keberadaan alam semesta masih eksis.
Tak ada yang benar-benar mati..., kematian hanya symbol, kematian hanya perubahan masa dan perubahan bentuk serta keberadaan..
Lebih tepatnya perubahan wujud..
Sekecil apapun partikel yang membentuk materi ternyata tawaf, bahkan sekecil molekulpun dia terbentuk dari proton yang terus mengitari neutron. Selama tidak ada intervensi alam untuk merubah bentuk..
Barangkali waktulah salah satu yang dapat mengintervensi seluruh materi di alam semesta.
Semuanya tak luput terintervensi darinya dalam sebuah perjalanan menuju suatu waktu hingga invinity..
Sesuatu yang belum terukur sejauh apa waktu tetap berjalan mengajak seluruh materi alam semesta dalam orkestra kehidupan yang harmoni menuju titik akhir keberadaan alam semesta.
Andai perjalanan itu diukur sengan speedometer, sebuah kendaraan yang berangkat dari titik NOL hingga jarum speedometer bergerak sesuai kecepatan yang diinginkan sipengemudi .. pada waktu tertentu dimana jarum speedo meter kembali bergerak menurun menuju titik NOL kembali, yaitu disaat tujuan sang pengemudi telah sampai..
Perjalanan kehidupan manusia menuju titik NOL mengikuti perjalanan waktu itu sendiri, bersatu mengikuti perjalanan alam semesta. Karena kita merupakan bagian dari alam semesta itu sendiri.
layaknya sekumpulan penumpang dalam tampungan gerbong kendaraan yang besar begerak menuju sesuatu secara bersama..
Tak ada yang bisa hilang dari seluruh isi penumpang yang terbungkus dalam gerbong perjalanan, tak ada yang bisa mati, tak ada yang bisa tertinggal dalam perjalanannya, sehingga isinya tak mungkin bertambah ataupun berkurang..
Penumpang hanya bisa berubah bentuk, saling intervensi membangun bentuk baru tanpa mengurangi sedikitpun materi.. ya hanya berubah layaknya minyak yang di explore kemudian dijadikan bahan bakar dan berubah bentuk menjadi limbah asap yang tetap keberadaannya dalam gerbong alam semesta.
Layaknya kehidupan mahluk yang nampaknya kematian adalah akhir dari kehidupan, hakekatnya sebenarnya tidaklah mati dan hilang begitu saja dalam kehidupan namun tetap menjadi penumpang gerbong alam semesta dalam bentuk yang berubah menjadi arwah yang tetap ada dalam perjalanan alam semesta menuju Negeri NOL
salam
Langganan:
Postingan (Atom)